Ajang Scout Run 2026 Dorong Pariwisata dan UMKM Melaju Kencang

img

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Bukan sekadar lomba lari, Scout Run 2026 menjadi panggung baru Pramuka Indonesia untuk memadukan gaya hidup sehat, kebersamaan, dan promosi wisata daerah.

 

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai Scout Run 2026 bukan hanya sukses dari sisi partisipasi, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi daerah.

 

Menurutnya, kehadiran peserta dari puluhan daerah menjadi peluang besar untuk memperkenalkan potensi Berau, mulai dari keindahan alam hingga kekayaan budaya yang dimiliki.

 

“Event seperti ini sangat positif. Tidak hanya mendorong masyarakat untuk hidup sehat, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk mempromosikan pariwisata Berau ke tingkat nasional,” ujarnya.

 

Lebih jauh, ia berharap kegiatan serupa dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata, khususnya bagi pelaku usaha lokal.

 

“Scout Run ini bukan hanya tentang olahraga. Ini adalah momentum untuk membangkitkan pariwisata dan menggerakkan UMKM agar terus tumbuh dan berkembang,” tambahnya.

 

Dengan ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah, Scout Run 2026  membawa efek berantai yang signifikan. Hotel, kuliner, hingga pelaku UMKM turut merasakan dampak dari meningkatnya kunjungan ke Berau. Lebih dari sekadar ajang lari, kegiatan ini menjadi simbol semangat baru bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat membawa perubahan besar.

 

Dari lintasan di Tanjung Redeb, pesan tentang hidup sehat, kebersamaan, dan potensi wisata Berau kini berlari lebih jauh, menembus batas daerah menuju panggung nasional.

 

Lebih dari 1000 peserta dari daerah beberapa daerah ambil bagian dalam Scout Run 2026, sebuah ajang lari yang digagas Kwartir Gerakan Pramuka Kabupaten Berau. Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Berau ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga dikemas sebagai sport tourism menggabungkan aktivitas fisik dengan promosi pariwisata daerah.

 

Ketua pelaksana kegiatan, Maulidiyah, menegaskan bahwa Scout Run merupakan inovasi yang lahir dari semangat adaptasi Pramuka terhadap perkembangan zaman.

 

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup generasi muda, khususnya Pramuka. Di sisi lain, ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus mempromosikan Kabupaten Berau sebagai destinasi wisata unggulan,” jelasnya.

 

Ia juga menekankan bahwa Scout Run 2026 menjadi tonggak baru dalam gerakan kepramukaan di Indonesia.

 

“Kegiatan ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan oleh Kwartir Gerakan Pramuka Kabupaten Berau, sekaligus menjadi event sport tourism pertama berbasis Pramuka di Indonesia,” tambahnya.

 

Untuk menjangkau lebih banyak peserta, panitia membagi lomba ke dalam tiga kategori, yakni pelajar I usia 6–12 tahun, pelajar II usia 13–17 tahun, serta kategori umum. Pembagian ini membuat kegiatan terasa inklusif dan mampu merangkul berbagai kalangan. (sep/FN/Advertorial)